Jum'at tak seGarang ITU
sumber gambar : http://www.ellenrixford.com/htmls/PaperSculpture.html
Sudah minggu ketiga kami mengikuti perkuliahan, jadwal kuliah masih saja belum berada di zona nyaman. Masih ada beberapa Dosen yang belum masuk di perkuliahan sehingga membuat kami bingung dengan nasib mata kuliah yang diajarkannya. Jadwal yang kami sesalkan di semester Genap ini harus masuk jam siang. Cuaca yang panas membuat sebagian kami belum terbiasa mengikuti perkuliahan di siang hari karena di semester Ganjil kemarin jadwal perkuliahan kami masuk jam pagi.
Selama tiga minggu ini kami berinisiatif untuk memperpendek kuliah kami. Awal jadwal yang semestinya kami ikuti selama 5 hari kami perpendek selama 3 hari. Ini bertujuan agar tugas kuliah kami bisa kami selesaikan dalam waktu 5 hari di hari lain, meski kebanyakan dari kami berharap liburan bisa lebih panjang. apalagi bagi kami yang tinggal jauh dari orangtua, ini bisa jadi kesempatan kami untuk pulang kampung.
Jadwal yang singkat membuat kami harus berfikir Extra, bukan hanya melobi dosen untuk mengganti jam mengajarnya tetapi juga memaksa kami untuk lebih extra mempersiapkan pikiran dari pagi hingga sore untuk mengikuti mata kuliah. Ngga kebayang kan kalau sudah siang ruangan banyak uap alami dari mahasiswa. Dan mungkin jika Dosen berhalangan hadir kelas bisa berubah menjadi kamar tidur atau bisa jadi bioskop kecil kami. (Next tulisan, akan sya ceritakan tentang bioskop mini kelas kami,,haha).
Kembali lagi ke hari Jumat. Sudah minggu ketiga Dosen yang harus mengajar dihari jumat belum ada kabar keberadaannya. Dan selama dua minggu sebelumnya membuat waktu saya dan teman-teman terbuang sia-sia hanya untuk menunggu kabar mereka. Berbagai cara sudah saya tempuh untuk mencari mereka, mulai dari mengecek ruang dosen, menghubungi no telponnya, dan mengitari seluruh area kampus. Kami masih kesulitan untuk memindahkan mata kuliah hari jumat ke hari lainnya karena dengan dosennya pun belum pernah bertatap muka.
"Mungkin hari ini akan sama saja dengan minggu sebelumnya" pikir saya. Tapi saya masih tetap berusaha untuk mencari info keberadaan dosennya. Sudah dua no telpon yang saya dapatkan namun no telpon yang saya hubungi tidak aktif dan ada yang tidak terdaftar. Entah harus seperti apalagi usaha saya untuk menemukan satu dosen ini, ya hanya menunggu dia datang tanpa diundang,, hehe.
Akhrinya setengah jam sebelum waktu habis saya mendapatkan no telpon yang menurut info itu no telpon pak Dosennya. Awalnya sempat ragu dan putus asa, "biarkan saja lah waktu sudah mau habis inih, tidak usah dihubungi dosennya" dalam benak saya. Dan pada saat itu juga kawan - kawan mendukung apa yang ada dalam benak saya. "Tapi jika tidak masuk, jadwal tidak akan selesai..." batin saya melawan. "Ohhh tidaakk,, kalau itu terjadi tidak akan selesai urusan saya,, tertunda akan membuat semua tugas saya menumpuk" di sisi lain saya sedang melatih diri saya untuk tidak menunda dan selesaikan urusan satu agar bisa lanjut ke urusan selanjutnya. "Lebih baik saya coba saja dulu, kalau memang tidak ada hasil, ya sudah saya lambaikan ke kamera. hehehe". Saya pasrah sepasrah pasrahnya " Ya Allah semoga urusan saya selesai hari ini" emang harus ngadu dulu sama yang punya urusan. Kalau Dia udah Ridha, kelar pasti semua ursan. Memang benar kalau udah ngadu sama Allah, sekali nelpon eh rupanya diangkat sama pak Dosennya.
Tinggal satu mata kuliah lagi nih yang harus diselesaikan. Namun dosen di jam pertama masih asyik aja dikelas. Udah masuk telat eh ini bapak ngga sadar kalau waktunya udah habis. Jadwal Sholat Asharpun dilewatinya. Ketika beliau sedang asyik - asyiknya mengajar, ada seseorang yang bolak - balik depan pintu kelas. " Mungkin itu kali ya dosen selanjutnya" dalam benak saya. Saya sempat saling melirik kepada kawan - kawan bahwa ada isyarat bahwa pikiran kami sama. Kami bingung bagaimana meyuruh berhenti dosen yang sedng Asik mengajar pada saat itu karena belum tentu kami benar jika depan kelas adalah dosen selanjutnya. Tapi akhirnya dia menyadari jika di depan pintu ada dosen lain yang akan masuk.
Langkah yang panjang membuat dosen selanjutnya berjalan cepat dari arah pintu kelas menuju kursi dosen. Semua mahasiswa sibuk dengan urusan masing- masing menunggu dosen siap mengajar. Namun dosen duduk dan memandang sekeliling kelas tanpa keluar satu katapun dari mulut beliau. "Owh mungkin dia nunggu Absen dan KHK dikumpulkan"pikir saya. lalu saya siapkan semua yang dia perlukan seperti absen kelas,KHK, spidol dan penghapus white board. Semua sudah siap di atas meja beliau. Masih saja tidak ada satu patah katapun keluar dari mulut beliau. Suatu keadaan yang menurut saya aneh, tiba-tiba tangan beliau dilipatnya di depan dadanya, seakan akan ada sesuatu yang marahnka. Tubuhnya yang besar dan mukanya yang sangar membuat diri saya sedikit takut karena mungkin saja suatu detik akan ada sesuatu yang akan terjadi. tapi saya tidak tau apakah kawan - kawan yang lain merasakn hal yang sama.
"Ini sudah dikumpulkan semua" tanya beliau sambil menujuk KHK mahasiswa.
"Belum pak.." jawab sebagian mahasiswa dan berlari kecil menuju meja dosen untuk dikumpulkan.
"Tolong semua kursi yang depan di isi terlebih dahulu" lanjut beliau dengan muka masam.
Akhirnya ada kata-kata yang keluar dari mulut dosen ini meski tidak ada senyum yang tampak dari wajahnya sehingga membuat suasana menjadi tegang.
Saya yang duduk sejajar dengan beliau pun ikut tegang, seakan akan saya adalah mangasa yang siap ia terkam, dan yang membuat saya semakin tegang ketika posisi tas saya berada di atas kursi dipinggir saya menjadi sasaran topik beliau.
"Itu kursi untuk tempat duduk bukan untuk tempat tas" lanjut beliau tanap senyum.
"Jiaahhh" ini semakin membuat nyali saya menciut tapi saya pikir karena beliau mengajar Psikologi Pendidikan mungkin saja ini salah satu materi ajar beliau untuk mengajar.
"Masa iya, Pelantikan Paskibra, LDKS Osis, dan LDK yang lainnya aja kuat, masa ditegur dosen segini aja mau jantungan" tanya saya dalam diri.
haha iya juga ya, mungkin karena terlalu lama sendiri, eh maksdnya sudah lama tidak ikut pelatihan mental.
ya mau tidak mau ikut aja dulu apa maunya beliau. Toh belum lama kita bertatap muka, mungkin baru 15 menit.
Topik pertama tiba tiba dia membahas tentang "Aprilmop" suatu hari yang dihalalkan untuk berbohong. Ya itu menurut kebanyakan orang tapi saya belu pernah baca info tentang hari tersebut.
Tiba - tiba suasana pecah dengan tawa.
Lanjut dengan penyakit L2Y2 yang sekarang ini sedang mengalahkan H5N1, dan beliau mendapatkan kata L2Y2 itu dari kata "LalaYeye" yang biasa orang acara tv siarkan.
Sontak ketawa kami semakin pecah, anamun ada beberapa kami masih ragu untuk tertawa karena tepikir ini hanya jebakan suasana.
Topik yang dibahas semakin ngaler ngidul dan membuat kami semua tertawa tak henti-hentinya. dimulai dari perkenalan nama hingga biografi beliau yang setiap bahasan akan ada saja sesuatu yang bisa jadi bahan tertawa. Beliau bercerita banyak hal dan salah satu hobi nya adalah Traveling.
Kesan pertama begitu menipu, dan ini adalah cara beliau agar kami tidak mengantuk saat kuliah apalagi di jam sore dimana kebanyakan dari mahasiswa ingin cepat cepat selesai perkuliahan.
#jurnalruslan
#lanhitstory
#metamorfosis24



Komentar
Posting Komentar