KAPUAS HULU “KESAN PERTAMA BEGITU MENGGODA SELANJUTNYA JATUH CINTA”



KESAN PERTAMA BEGITU MENGGODA SELANJUTNYA JATUH CINTA


“KESAN PERTAMA BEGITU MENGGODA SELANJUTNYA JATUH CINTA” sebait kalimat yang terlintas dalam benak pikiran saat menginjakan kaki di Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat .
Ekspetasinya tulisan ini ingin saya buat pada saat perjalanan pulang saat didalam bus, namun pada kenyataannya tulisan ini dibuat setelah sampe depan rumah dan menunggu pintu rumah dibuka, orang rumah nampaknya masih pada tidur. Sampai di kota Pontianak kurang lebih pukul 05.00 pagi dan sampai depan rumah kurng lebih jam 06.00 pagi karena mobil yang kami tumpangi harus mengantar penumpang lain ke Jln Sui Raya Dalam, Jln Imam Bonjol dan Jalan Sepakat yang merupakan nama jalan di kota Pontianak.

    Hujan gerimis menemani pagi ini,, sekilas masih belum sadar dan berasa nyawa belum terkumpul sepenuhnya mengingat ‘tidak ada kegiatan pada saat perjalan pulang ke kota pontianak dalam mobil avanza. Ya.. terlelap dalam mimpi seakan akan menjadi ajang pengumpulan energi tubuh ini setelah berkendara motor beratus ratus kilo, kalau saja hujan tidak lebat malam itu mungkin saja Touring dengan si Grin akan menjadi Mission Complete.

  siGrin adalah sebutan nama motor Honda Beat keluaran taun 2015 berwarna Hijau, dia yang selalu menemani perjalanan dari 6 bulan setelah saya pertama kali menginjakan kaki untuk tinggal di kota Pontianak. Teringat D3551 (dibaca Desi) yang merupakan sebutan untuk motor saya yang di Kota Bandung. Desi sering menemani perjalan saya mendaki gunung ataupun melewati lembah, menembus angin dan hujan lebat hehe... Namun hari ini desi sudah tidak ada karena setelah saya pergi ke kota pontianak cicilan desi tak terbayar,,hahaha ...upzzzz,, hehehe... Tapi hari ini alhamdulilah Tuhan kasih siGrin sebagai pengganti Desi. Sejujurnya kalau terkait barang saya bukan seorang yang suka dengan cepat mengganti barang dengan yang baru kecuali kalau memang sudah tak bisa terpakai... Sama barang aja Setia apalagi kamu...iya kamu... wakakaka.

     Kembali soal certia siGrin, awalnya saya mereasa tidak yakin kalau harus membawanya, karena tempat yang saya singgahi begitu jauh. Itupun hanya cerita dari orang karena saya memang belum pernah mejelajahi daerah tersebut. Namun terpaksa harus membawanya dengan syarat ya harus di service dulu, karena persiapan seorang rider adalah memastikan kondidi kendaraan dalam baik.
Kita flasback lagi kenanpa saya bisa berangkat ke Daerah Kapuas Hulu. Kapuas hulu adalah salah satu tempat produksi makanan kerupuk basah, kalau tidak salah saya pernah punya pengalaman tentang kerupuk basah di http://erhasaleh.blogspot.co.id/2016/02/kerupuk-basah.html .Kapuas Hulu adalah nama Kabupaten yang terletak di ujung Timur Kalimantan Barat yang jika dilihat berbatasan dengan kalimantan Timur dan bisa tembus ke Kalimantan Tengah dan Juga Serawak Malaysia.

   Awal cerita saya diajak oleh adek kelas saya terkait penelitian dimana yang bertanggungjawab atau mengajak adalah salah satu Dosen kami yaitu ustd Dwi Surya Atmaja. Jadi saya tak pikir panjang siapa tau banyak pengalaman baru yang bisa saya dapatkan. Awal informasi adalah penelitian sekitar daerah pontianak dan Kubu Raya. Setelah informasi dan pendataan peserta selesai, berselang 2 minggu kami dihubungi kembali untuk mendapatkan pengarahan teknis penelitian. Ketika saya datang, belum banyak peserta lain yang datang dan hanya ustad Dwi Surya Atmaja yang duduk standby di depan gedung yang dijadwalkan untuk berkumpul. Kebetulan saya datang bersamaan dengan 2 orang kawan yang satu kampus tapi belum mengenalnya namun hanya saja pernah melihatnya. Dan tanpa aba – aba kami kompak menghampiri ustad dwi, setelah bersalaman tiba – tiba beliau bertanya, siapa ya yang bisa ke kapuas hulu? Bapak butuh dua orang untuk kesana! Kalau ada yang bisa hubungi bapak nanti” pinta ustad dwi. Tanpa kata saya hanya terdiam karena memang tak tau medan perang dan daerahnya. 

    Namun 2 orang yang bersama saya yang menjawab pertanyaan ustad dwi, dan mereka memang berdua terlihat memang teman dekat. “Wah pak jauh tuh tempatnya mana mampu saye” sahut salah satu daari keduanya. “iya pak betul pak jauh kalau kesana” balas yang satunya. Dan memeng saya tak tau tempatnya dan tak berniat juga pergi jauh karena tugas saya yang lain juga tak kalah banyaknya, namun biasa sepengalaman saya, daerah yang pertama saya dengar sulit suka jadi doa untuk saya menginjaknya apalagi kalau daerahnya banyak tanatangan jalan dan ataupun orang yang menurut mereka susah atau galak kadang jadi tugas dari Allah untuk mencobanya, dan itu terbukti setelah selesai penelitian berakhir ataupun menemui orangnya dan terkadang sesuai dengan omongan orang lain dan biasanya lebih asik dari yang mereka katakan, ya ceritanya yang seharusnya di akhir saya tarik diawal biar nyambung dengan paragrafnya hahaha. “yaudah nanti saja kalau ada yang mau kita obrolkan lagi sekarang kalian masuk saja , ngga enak kampus sebelah udah ada di ruangan 3 orang. Kan kalian 3 orang juga tuh kalau masuk pas lah satu sama dengan kampus sebelah” lanjut ustd dwi. Dan kami pun bergegas keruangan untuk berkumpul. Kebetulan orang – orang yang mengikuti penelitian ini di ikuti oleh kawan kawan dari kampus Universitas Tanjungpura dan IAIN Pontianak.
Saya tidak menceritakan bagaimana penelitian ini tapi lebih kepada speechless nya saya ketika melihat daerah Kapuas Hulu dan membuat saya amazed. Tapi saya juga harus menceritakan kenapa bisa di Kapuas Hulu.

       Jadi setelah selesai pembekalan itu barulah pembagian daerah penelitian, salah satu abang tingkat saya mengajak untuk ikut ke kabupaten SAMBAS, salah satu kabupaten di Kalimantan Barat juga. Saya pikir asal ada teman dan juga tau daerahnya ya saya ikut, karena saya tau saya masih belum tau semua daerah di Kalimantan Barat. Tapi saya belum meng iyakan, “Gimana lan, ente ikut abang jak ke Sambas” Sahutnya,” terserah sih bang saya ikut jak lah” jawab saya. “tapi bang kejauhan kayaknya nih, saya masih ada agenda kampus nih” lanjut saya. “Kan nanti abang yang ngawankan” lanjutnya. “Owh iyalah bang, nanti saya pikir pikir dulu, bagus kita sholat dulu jak yok!” sahut saya.
Akhirnya kami bergegas untuk sholat maghrib sambil ada perasaan ragu untuk saya mengambil tempat tersebut karena memang agenda daerah yang tidak saya ketahui dan sebagian besar orang bilang jauh tempatnya.

       Setelah selesai sholat magrib saya bergegas kembali ke tempat pembekalan, namun ada sesuatu yang membuat saya kaget ketika daerah yang belum terisi ataupun belum ada yang bertugas adalah Kapuas Hulu. Dan tinggal saya dengan rekan saya yang belum mendapatkan tempat penelitian dan tidak ada pilihan lain saya harus penelitian disitu. Saya berdiskusi dengan rekan saya yang sama – sama dapat penelitian disana. Saya menejelaskan semua hambatan saya jika harus pergi kesana, dan akhirnya di punya solusi untuk hambatan yang saya hadapi.
Setelah selesai dari pembekalan ada perbincangan dari kami berdua yatiu bahwa jika harus pergi hari selasa depan mau tidak mau hari jumat saya sudah harus kembali ke pontianak dan jika tidak kita harus pergi selasa depannya lagi karena ada beberapa agenda yang harus saya laksanakan di kota pontianak. Dan rekan saya menyetujui hal tersebut dan memang dia ada perkuliahan juga yang harus dia selesaikan minggu – minggu itu.

     Masih teringat pembekalan gelombang pertama dilaksanakan hari minggu dan menunggu gelombang ke 2 dan 3 pada hari senin dan selasa mendapatkan pembekalan dan hari selasa baru kita di beritahu kapan jadwal yang seharusnya kita laksanakan.
Saya memberikan tanggung jawab rekan saya untuk komunikasi terkait jadwal pemberangkatan dan saya mengurus di bagian lainnya. Belum ada kepastian kita berangkat hingga rabu pagi itu,, dan sekitar pukul 09.00 pagi rabu itu kami baru di infokan bahwa kita harus secepatnya berangkat dan mendapatkan data secepatnya juga.
Saya terkejut karena memang jadwal yang seharusnya minggu depan tiba – tiba berubah tanpa persiapan. Pukul 11 kami mengecek tiket untuk pergi ke Kapuas hulu. Awal pertama kami mengecek Bus Sentosa dan jadwal jadwal bus itu jam 13.00,, “Waduh ngga keburu kayaknya nih, belum packing belum apa – apa ni” sahut saya. Dan kami bergegas mencari bus lain karena sesuai info yang kami terima daari penumpang bus yang sedang menunggu, ada satu bus yang pergi jam 4 sore, dan itu adlah bus perintis. Dan tak lama kami bergegas untuk mencari tempat bus perintis untuk mendapatkan tiket. Dan memang jaraknya tak begitu jauh dari tempat bus sentosa yang pertama kami singgahi.

       Dari diskusi pagi itu, rekan saya menyarankan untuk membawa motor karena memang sesuai pengalaman yang dia dengar dari temannya susah sekali untuk mendapatkan tempat penyewaan motor dan memang menurut saya jarang sekali ada tempat untuk menyewakan motor. “Hah,, bawa motor? Motor siapa yang mau dibawa nih” tanya saya. “iya motor ente lah, saye tak ada motor soalny” jawabnya. Sejenak saya berfikir mampu ngga ya siGrin saya bawa jauh, sesuai pengalaman saya di jawa biasanya persiapan touring atau perjalanan jauh motor memang harus dalam kondisi baik dan itu memang harus di service terlebih dahulu. Biasanya sehari sebelum peberngkatan motor sudah diservice. Tapi tidak dengan hari ini yang serba mendadak “Ok lah saya bawa motor asal saya harus service terlebih dahulu, ngga berani saya bawa motor belum di service, Takut ada apa apa dijalan trus jauh dari bengkel kan berabe urusan” lanjut saya. “Yaudah service dulu aja” jawabnya.

       Setelah berada di depan loket, kami bergegas untuk membeli tiket bus untuk 2 orang dan satu tiket untuk pengangkutan motor diatas bus, karena belum tau kondisi jalan dan waktu perjalanan juga malam sehingga kami memutuskan untuk menggunakn bus terlebih dahulu dan menaikan motor di atas bus.
Setelah selesai kami bergegas langsung pulang ke kampus....

      Waktu sudah pukul 07.00 pintu rumah terbuka dan rasnya saya harus melanjutkan ceerita ini dibagian kedua, dan pukul 07.30 saya harus mengikuti agenda kegiatan hingga sore hari (strong kali ni badan), karena masih banyak yang harus saya ceritakan terkait jatuh cintanya saya kepada Indonesia khususnya Kapuas Hulu saat ini...

Komentar