Dia yang terlupakan

Sebuah mimpi yang terpikir takkan pernah jadi nyata namun kini ada di hadapannya.
Alfa terdiam membisu, dalam hatinya bergumam apakah ini sebuah mimpi di siang bolong.

"Aww..., sakit ternyata" bibirku memberi respon saat tangan mencoba membangunkan pipi dengan cubitan.

Bagaimana mana bisa aku bertemu dengannya padahal aku sudah tak mengharapkannya.

Aku merasa belum siap dengan ini, dengan apa yang aku perjuangkan dulu namun akhirnya tak kulanjutkan.

Tapi iya datang bagai petir menyambar seakan semuanya tidak terjadi apa apa.

Ini nyata, aku harus berjalan bersamanya, bahkan hidup dengannya hingga akhir hayat.

Dia yang terlupakan kini datang dengan sejuta rahasia dariNya "CITA - CITA"

Komentar