RAMEN VS MIE AYAM
Katanya senja sore begitu indah tapi ternyata tidak. awan kelabu hadir di setiap sudut pemandangan langit sore ini, tak lama rintikan air mengalir beriringan dengan detak jantung,
Ya pembukaan yang terlalu lebay untuk cerita ini, so puitis, haha biarkan saja pikiran sedang asik mengajarkan jari jemari menyusun kalimat diatas keypad handphone.
Betul ternyata kata pepatah mengatakan "Gerimis mengundang", eh bukan pepatah kayaknya lebih ke judul lagu, eh tapi entahlah mana yang benar, belum pernah juga kata itu ditelusuri di halaman mbah google.
Iya betul gerimis memang mengundang, mengundang orang untuk kembali tidur terlelap ditemani selimut tebal, tapi tidak dengan kami..
Gerimis mengundang seseorang hadir dalam kehidupan kami hingga membuat mata melotot dan mulut menganga, namun tetap di ikuti tangan untuk segera menutupnya,,, berasa film horor gitu ya ada backsound jengjeng...
Kami merasakan hal yang sama hingga kami saling berpandangan, sepertinya ada suara yang mendekat sahutku kepada istri, suara yang tak asing lagi bagi kami berdua, semakin lama suara itu semakin nyaring di telinga,rasanya ada sesuatu yang bereaksi ditubuh ini, seperti seorang ibu hamil yang sedang mengandung dan tak lama akan melahirkan...
Ya begitu jelas suaranya dan semakin memberikan respon kembali di tubuh ini... owalah mas, itu suara perut kamu keroncongan hahaha,,, tak lama gelak tawa kami berdua membuncah...
Haha iya rupanya gerimis mengundang Lapar...
Mas aku pengen Ramen, yok makan diluar!
Hah, tumben - tumben makan ramen de, biasa juga kita makan mie ayam.
Ya sekali - sekali toh nyoba mas, kan kita belum pernah makan biar tau rasane kaya gimana, sekalian biar kaya kawan - kawan kita di instagram tu kan suka posting makan ala - ala korea biar tak kemponan gitu, yo minimal ndak malu malukan klo ditanya kawan2 dah pernah makan ramen belum kan bisa nyambung obrolane hehe, dah sebulan kita belum nyoba makanan aneh (makanan mewah) ..
Untuk sekarang mungkin masih cukup sebulan sekali bagi kami untuk bisa makan - makanan mewah diluar sana, ya bukan pelit sih tapi sebagai pasangan muda tentunya berhemat lebih baik karena perjalan hidup pasih panjang, masih ada kebutuhan dan cita- cita yang harus kami beli, ya sebulan sekali memanjakan diri tak apa kan, jangan bilang ngga boleh ya, toh kita yang nyari duet bukan hasil minta,, eh kok jadi emosi..
Ya seperti biasa yang menjadi tujuan utama kami mencari makanan selain Enak dilidah, yang penting adalah HALAL, karena makanan HARAM salah satu penyebab tertolaknya doa, gitu kata ustad.
Ada satu warung ramen yg memang dekat dari tempat kami tinggal dan penjualnya pun muslim, karena sore semakin gelap, dan suara ajaib semakin kritis melantunkan nada do sampai sol maka kami bergegas menuju TKP.
Tau kah kalian? Kalau ramen yang kita kenal makanan khas jepang ternyata asal usulnya dari china - Tiangkok. menurut sejarahnya ramen dihidangkan pertama kali untuk Tokugawa Mitsukuni yang merupakan seorang daimyo (kepala keluarga terhormat) yang berpengaruh di Jepang saat itu, dan setelah itu ramen sudah bisa dinikmati rakyat banyak karena sudah dimasukan kedalam menu masakan rumahan di kota jepang.
Rebusan mi buatan tangan dan mesin ini ciri khasnya adalah kuah kaldu, dan ternyata pada jaman dahulu yang utama adalah kuah kaldu babi,, tapi tenang di indonesia sudah dimodifikasi sesuai lidah orang indonesia dan yang pasti cari yang memang halal ya dan penjualnnya muslim.
"Owh ini rupanya penampakan ramen toh dek,, ini sih sama kayak mie ayam, cuma kuahnya jak yg banjir, sering hujan kali yah di jepang hehe..."
Bukan mas itu gegara kena tsunami kemaren jadi masuk ke mangkuk airnya...hahaha
Guyonan yang bikin tambah mesra, mohon maaf jangan tersinggung cuma cerita antara kita berdua jadi rahasia ya ngga ada orang yang tau.
Rasa mie nya sama seperti mie ayam pada umumnya, mie telur buatan sendiri itu terlihat sekali,, kalau biasa nya kita beli mie ayam tinggal duduk dan langsung pesan lalu hidangan itu datang ke meja tempat kita duduk tapi penjual ramen berbeda, kami disediakan meja panjang untuk menyimpan nampan. Posisi kita berada di satu sisi sambil melihat proses pembuatan dan peracikannya, setelah satu proses selesai kami bergeser ke proses selanjutnya hingga proses terakhir kasir untuk membayar, ya beda sekali dengan penjual mie ayam yang bisa makan dulu baru bayar.
Setelah itu kita sendiri yang membawanya ke meja makan.
Rasa mie nya sama persis dengan mie ayam mungkin karena komposisi bahan dan prosenya juga sama, toping ramen ditambah telur rebus yang memiliki kematangan yang sempurna, tidak overcook dan tidak juga mentah, ditambah seiris daging ayam ukuran tipis namun agak lebar, irisan jagung rebus, dan nori sebagai ciri khas makanan jepang dan tentunya kuah kaldu yang berbagai rasa, ada bakso kecil dan juga makanan khas jepang yang tak tau namanya bentuknya cantik mirip bunga, tapi rasanya seperti siomay.
Karena kami bertiga, sengaja pesan kuah yang berbeda, dan setelah merasakan semua kuah tanpa bumbu sambal dkk dari ketiganya, ternyata lidah merespon bahwa semua kuah rasanya sama agak hambar dilidah dan kurang gurih..
Ini emang rasanya seperti itu atau emang belum pernah merasakan ramen yang asli, karena memang belum ada pembanding untuk makanan ini.
mudah mudahan Allah ijinkan kami bisa berlibur ke Jepang merasakan makanan ramen yang asli,, aamiin,,
tapi tanpa kaldu dan daging babi ya.. hehe.
Ya memang lebih enak mie ayam sepertinya, taburan ayam semur kecap menambah cita rasa mie yang memang dari awal tidak memiliki rasa.. dan tentunya lebih gurih..
Dan tau kah kalian? Usut punya usut ternyata Mie ayam juga asalnya dari Cina loh,, aihhh Cina lagi ternyata.. jangan salah gaes, ternyata Cina kayak ilmu pengetahuan dan makanan.
Ada hadist yang mengatakan "Tuntutlah ilmu walau ke negri Cina" berarti kita harus kesana mengetahui sejarah disana dan pasti keislaman disana, doakan mudah mudahan bisa secepatnya kesana juga, aamiin
Mie ayam adalah turunan dari Bakmi, dan seperti biasa orang sana menggunakan daging babi untuk taburannya. Dan indonesia yg notaben masyarakatny umat muslim maka bertanformasi menjadi mie ayam, padahal dulu agar membedakan mana yang halal dan haram adalah penamaannya, kalau bakmi dengan daging babi kalau mie ayam ya dengan ayam...hehehe.
Kembali lagi ke cerita Ramen tadi, ramen belum bisa memberikan jati dirinya di lidah ini. Masih tetap The Best Mie ayam mas jowo hehehe.
Dan perlu kalian ketahui ternyata Ramen dan Mie Ayam adalah adek berkakak...haha
Kamu team mana? Ramen atau Mie ayam
Sampurasun
Pnk 220920




Keren pak
BalasHapusBapak lebih keren lah ..hehe
HapusSo pasti mieyapahh..๐๐
BalasHapusKrenzih mas mie ayam nya๐๐
Ciyuuzzzz ??? Hahah
Hapus