tTeks Khutbah Jumat, Rezeki Halal, Birulwalidain, Sholat Tepat Waktu, One Day One Juz, Muamalah tanpa Riba
TEKS KHUTBAH
JUM’AT
REZEKI HALAL
Rukun Khutbah Sholat Jum’at:
1.
Memuji
kepada Allah di Khutbah Pertama dan Khutbah Kedua
2.
Membaca Syahadat dan shalawat kepada
Nabi Muhammad
3.
Berwasiat
dengan ketakwaan di Khutbah Pertama dan Khutbah Kedua
4.
Membaca ayat suci al-Quran di salah
satu dua khutbah
5.
Berdoa
untuk kaum mukmin di Khutbah
Kedua
Awal dari
khutbah pertama:
·
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ
اللهِ وَبَركَاتُهُ
(Duduk terlebih dahulu, kemudian adzan ke-2)
·
إِنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ/نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهُ/ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا/وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا/ مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ/ وَمَنْ يُـضْلِلْ
فَلَا هَادِيَ لَهُ/ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ/وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ/ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ
وَرَسُولُهُ./
·
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ/ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ/ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ/.
·
فَياَ عِبَادَ الله/أُوْصِيْكُمْ / وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله/فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُوْنَ/.
·
وَ قَالَ الله تَعَالَى فِى القُرْآنِ
الكَرِيْمِ:/ اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ/ بِسْمِ للهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ/.
·
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا/اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ/وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ /أَمَّا بَعْدُ.
Hadirin,
jamaah sholat jumat Masjid Kapal Munzalan Indonesia yang dirahmati Allah SWT..
Tidak ada ucapan terbaik, tidak ada ungkapan terindah yang bisa kita
panjatkan pada kesempatan kali ini kecuali kita semua bersyukur kepada Allah
SWT.
Karena, Masya Allah dari sekian banyak manusia yang beraktifitas hari
ini, Allah pilihkan kita semua yang hadir hari ini untuk dilembutkan hatinya, untuk
diringankan langkahnya, untuk dimudahkan kesempatan hadir melaksanakan sholat
jumat kali ini.
Maka perlu kita sadari, perlu kita pahami bahwa nikmat untuk bisa
mendekat, bisa taat kepada Allah SWT adalah nikmat terbesar yang Allah hadirkan
dalam kehidupan kita.
Kita berharap kepada Allah mudah – mudahan shalat jumat yang kita
tunaikan hari ini, adalah jum’at terbaik, yang mungkin pernah kita lakukan
selama ini.
Karena kita tidak memiliki kepastian, karena kita tidak memiliki
jaminan apakah jumat depan kita masih bisa berjumpa lagi atau tidak.
Kita tidak punya jaminan, bisa jadi ini adalah jumat terakhir yang
Allah hadirkan kepada kita, maka oleh karena itu jadikan setiap jum’at yang
kita tunaikan, langkahnya, bacaannya, do’anya, pakaiannya, waktunya, aktivitas
ketika jum’atnya adalah jum’at terbaik dari setiap jum’at yang pernah kita
tunaikan selama ini.
Dan mudah – mudahan pulang dari sini kita bisa mendapatkan perubahan
yang sangat besar dalam kehidupan kita, yakni perubahan untuk bisa semakin
dekat, makin taat, makin beriman, makin bertakwa kepada Allah SWT. Amin ya
Rabbal Alamin.
Ma’asyirol Muslimin Jamaah Sholat Jum’at yang
dirahmati Allah..
Adapun tema khutbah jum’at kali ini adalah tentang Rezeki Halal.
Rezeki secara bahasa berasal dari kata razaqa – yarzuqu – rizqan yang berarti anugerah, kekayaan, harta warisan, nasib, pemberian atau
upah.
Sedangkan menurut istilah rezeki bisa sebagai sesuatu yang dapat
dimanfaatkan oleh manusia, baik itu yang dia makan ataupun yang dipakai dari
pakaiannya.
Lalu apakah rezeki itu hanya berbentuk uang dan pakaian saja? Ternyata
tidak..
Rezeki bisa berupa kesehatan, anak – anak yang sholeh, berupa pasangan
yang baik, tetangga yang baik, bahkan lingkungan yang baik. Allah sebutkan ada
8 Jenis Rezeki dalam Al-Quran.
Yang Pertama..
·
Rezeki yang telah dijamin oleh Allah bagi Semua Makhluk
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Hud
Ayat 6
* $tBur `ÏB 7p/!#y Îû Ç/ ÚöF{$# wÎ) n?tã «!$# $ygè%øÍ ÞOn=÷ètur/ $yd§s)tFó¡ãB $ygtãyöqtFó¡ãBur/ 4 @@ä. Îû 5=»tGÅ2 &ûüÎ7B ÇÏÈ
Artinya : Dan tidak ada suatu binatang
melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui
tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya semuanya tertulis dalam
kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
Allah SWT telah menciptakan alam semesta ini beserta makhluk – makhluk Nya.
Baik itu Manusia, hewan, tumbuhan dan masih banyak lagi.
Dan Allah SWT menjamin Rejeki semua makhluk-Nya agar bisa hidup untuk
menjalankan tugasnya masing – masing.
Rezeki seperti ini tidak perlu kita khawatirkan. Karena tidak akan
habis kecuali jika ajal memang sudah menjemput. Meski seseorang tidak bekerja
sama sekali bahkan orang gila sekalipun akan tetap mendapat bagian ini.
Bukankah cecak yang merayap di dinding bisa menangkap nyamuk yang suka
berterbangan?
Tentu saja Allah SWT sudah mengaturnya.
Yang kedua..
·
Rezeki karena Bersyukur
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Ibrahim
Ayat 7
øÎ)ur c©r's? / öNä3/u ûÈõs9 óOè?öx6x©/öNä3¯RyÎV{/ ( ûÈõs9ur ÷Länöxÿ2 ¨bÎ) /
Î1#xtã ÓÏt±s9 ÇÐÈ
Artinya : “Dan
(ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
Rezeki tambahan juga akan Allah SWT berikan kepada orang – orang yang
bersyukur kepada-Nya. Semakin bersyukur seseorang atas apa yang ia dapatkan
maka akan semakin ditambah kenikmatan yang ia dapatkan.
Cara bersyukur atas rezeki yang didapat bisa berupa mengeluarkan infaq, shadaqah, zakat atau bahkan
wakaf. Banyak lembaga yang bisa menerimanya misalnya
Baitulmaal Munzalan Indonesia yang terletak di depan Masjid Kapal Munzalan
Indonesia.
Yang ketiga..
·
Rezeki karena Bertaqwa (Rejeki yang tidak terduga)
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah
At-Thalaq ayat 2-3
…4 `tBur È,Gt ©!$# @yèøgs ¼ã&©! %[`tøxC ÇËÈ çmø%ãötur ô`ÏB ß]øym w Ü=Å¡tFøts 4 …
Artinya : “… Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.dan memberinya
rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
Yang keEmpat..
·
Rezeki karena Beristighfar
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Nuh
ayat 10-12 yang artinya
'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,
niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan
harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula
di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
Yang keLima..
·
Rezeki karena Menikah
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah An-Nuur ayat 32 yang artinya “dan nikahkanlah orang-orang
yang masih membujang diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari
hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. jika mereka miskin Allah
akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya)
lagi Maha mengetahui.
Yang keEnam..
·
Rezeki karena Anak
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Isra
Ayat 31
wur (#þqè=çGø)s? öNä.y»s9÷rr& spuô±yz 9,»n=øBÎ) ( ß`øtªU öNßgè%ãötR ö/ä.$Î)ur 4 …
ÇÌÊÈ
Artinya : “dan
janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. kamilah yang akan
memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu.”
Yang keTujuh..
·
Rezeki karena Sedekah
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Al-Baqarah
ayat 245
`¨B #s Ï%©!$# ÞÚÌø)ã ©!$# $·Êös% $YZ|¡ym ¼çmxÿÏè»Òãsù/ ÿ¼ã&s! $]ù$yèôÊr&/ ZouÏW2 4 ª!$#ur /
âÙÎ6ø)t äÝ+Áö6tur Ïmøs9Î)ur cqãèy_öè? ÇËÍÎÈ
Artinya :
“siapakah yang mau
memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di
jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan
lipat ganda yang banyak. dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan
kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.
Banyak orang hari ini berfikir jika mengeluarkan harta untuk bersedekah
maka rezeki kita berkurang. Dan itu adalah salah karena Sebagian harta yang
sudah dikeluarkan untuk bersedekah di jalan Allah maka akan mendatangkan keberkahan
dan Allah menggantinya dengan yang lebih baik.
Yang keDelapan..
·
Rezeki karena Berusaha
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Ali Imran
ayat 145
… 3 ÆtBur ÷Ìã z>#uqrO $u÷R9$# ¾ÏmÏ?÷sçR $pk÷]ÏB … ÇÊÍÎÈ
Artinya : “barang siapa
menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu,
Ma’asyirol Muslimin Jamaah Sholat Jum’at yang dirahmati Allah..
Mencari
Rezeki memang menjadi suatu kewajiban, setiap manusia diwajibkan untuk mencari
rezeki demi memenuhi hajat hidup, apalagi bagi mereka yang menjadi kepala rumah
tangga. Selain kewajiban, mencari rezeki juga menjadi tuntunan agama dalam
rangka menaati perintah Allah SWT untuk menafkahi keluarga. Sayangnya, masih
ada sebagian yang mencari rezeki tidak dengan cara seharusnya. Mereka
menghalalkan segala cara untuk mendapatkan rezeki meskipun dengn jalan yang
salah. Bagi sebagian orang, ungkapan “ yang haram saja susah apalagi yang
halal” seolah –olah menjadi pembenaran atas apa yang mereka kerjakan.
Rasulullah
SAW bersabda : “Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi
peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal
ataukah dengan cara yang haram” (HR. Bukhari).
Oleh
karena itu kita sebagai umat Muslim harus memperhatikan cara – cara bagaimana
cara mencari rezeki. Ada empat hal yang harus kita perhatikan oleh umat Muslim
dalam Mencari Rezeki Halal.
Yang
pertama adalah jangan mencurangi
timbangan. Dalam melakukan perdagangan, kita sebagai umat Islam dituntut untuk
senantiasa berbuat jujur. Tidak boleh mempermainkan timbangan takaran ataupun
kualitas dari barang yang dijual seperti yang disebutkan dalam Al Quran Surah
Al- Muthaffifin ayat 1 - 3 yang artinya
“kecelakaan
besarlah bagi orang-orang yang curang (yaitu) orang-orang yang apabila menerima
takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau
menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.”
Kemudian
yang kedua jangan melakukan kegiatan
transaksi riba dalam mencari rezeki. Allah SWT melarang hamba-Nya mencari
rezeki melalui riba. Seperti yang disebutkan dalam Al-Quran surah Ali Imran
ayat 130
yang artinya “Hai orang-orang yang beriman,
janganlah kamu memakan Riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada
Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.”
Ketiga,
yaitu jangan menggunakan cara yang bathil dalam mencari rezeki. Cara-cara
bathil yang dimaksud yaitu seperti halnya korupsi, mencuri, menerima suap
ataupun menipu. Allah SWT berfirman dalam QS Al Baqarah ayat 188 “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain
di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan)
harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta
benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.”
Kemudian yang keempat, jangan mencari rezeki melalui jalan
perjudian dan jual beli barang haram. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW
bersabda, “Allah dan Rasul-Nya melarang jual-beli khamar, bangkai, daging
babi dan berhala/patung yang disembah…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Selain itu, Allah juga melarang mencari rezeki melalui cara tersebut dengan
berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Maidah ayat 90-91 yang artinya “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar,
berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah
perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak
menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar
dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka
berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).”
Dengan menjauhi empat hal tersebut, niscaya rezeki yang didapatkan akan
lebih berkah dan semoga Allah SWT mencukupkan segala kebutuhan hidup kita
dengan rezeki yang halal
Akhir dari khutbah pertama :
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ/
وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّـاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ/ أَقُوْلُ
قَوْلِيْ هَذَا /وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
لِيْ وَلَكُمْ/وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ/فَاسْتَغْفِرُوْهُ /إِنَّهُ هُوَ
الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ /
Awal dari khutbah kedua :
·
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا /
وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ /أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ / وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ / وَالصَّلاَةُ
وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ / وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ/ أَمَّا بَعْدُ
·
فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ/ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى/ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ/ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ/ وَثَـنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ/ وَقَالَ تَعاَلَى:
·
إِنَّ
اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُـصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ/يَا أَيُّهاَ
الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا/ صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا/
·
اللهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ/ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ /وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ
وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ الـمُقَرَّبِيْنَ/ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ/ سَادَاتِـنَا/ أَبِى بَكْرٍ
وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِيّ/ وَعَنْ
بَـقِـيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ/ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ/ لَهُمْ بِـإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ /وَارْضَ
عَنَّا مَعَهُمْ /بِرَحْمَتِكَ يَا
أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ/
Doa di Khutbah Kedua :
·
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ،/ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ/ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ/ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ/ يَاقَاضِيَ الحَاجَاتِ
·
اللَّهُمَّ
أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالـمُسْلِمِيْنَ/ وَأَذِلَّ
الشِّرْكَ وَالـمُشْرِكِيْنَ/ وَانْـصُرْ عِبَادَكَ الـمُوَحِّدِيْنَ/ وَانْـصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ/ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلـمُسْلِمِيْنَ/ وَ دَمِّرْ أَعْدَائَنَا وَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ/ وَاعْلِ
كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ/
·
اللَّهُمَّ
ادْفَعْ عَنَّا البَلاَءَ/ وَالوَبَاءَ /وَالرِّباَ /وَاْلمِحَنَ / وَسُوْءَ اْلفِتَنَ/ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ /عَنْ بَلَدِنَا
اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً/ وَ عَنْ سَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلـمُــسْلِمِيْنَ عآمَّةً /يَا
رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. /
·
رَبَّنَا
ظَلَمْنَا أَنْـفُسَنَا/وَإِنْ لَّـمْ
تَغْفِرْ لَنَا/ وَتَرْحَـمْنَا/لَنَكُوْنَنَّ مِنَ
الْخَاسِرِيْنَ./
·
رَبَنَا
ءَاتِنَا/فِي
الدّنْيَاحَسَنَةً/وَفِي اْلآخِرَةِ
حَسَنَةً/وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ/ وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Akhir dari khutbah kedua
:
·
عِبَادَ
اللهِ/إِنَّ اللهَ يَأْمُـرُ
بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ/ وَإِيْتَآئِ ذِي الْقُرْبَى/وَيَنْهَى عَنِ
الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ/ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ /فَاذْكُرُوا اللهَ
الْعَظِيْمَ يَذْكُـرْكُمْ/وَاشْكُرُوْهُ عَلَى
نِعَمِهِ
يَـزِدْكُمْ/وَاسْأَلُوْهُ
مِنْ فَـضْلِهِ يُعْطِيْكُمْ/ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ/وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ/أَقِيْمُوا
الصَّلَاة !/


Komentar
Posting Komentar