Dakwah Ditengah Pandemi Covid19

Sampurasun Baraya,,

Rasa rasanya semua aktifitas luar terhambat dengan wabah Pandemi covid-19.

Sudah hampir setahun pemerintah wabah ini hadir di negara Indonesia, saat Negera asal penyebab wabah ini sudah mulai beraktifitas seperti biasa, tapi di negeri kita belum saja usai.

Masih ada program PSBB di sebagian wilayah dan masih bergulat dengan protokol kesehatan.

Semua bidang tentu terkena imbasnya, terutama di bidang Dakwah. Teknologi sekarang semakin canggih meskipun beberapa elemen tidak bisa mengejar ketertinggalan Karen terkendala perangkat handphone dan kuota, bagi sebagian orang lebih memilih agar tetap bisa makan dan bertahan hidup dibanding memaksakan diri untuk membeli handphone dan kuota.

Begitupun bidang Dakwah, teknologi sangat membantu agar syiar Islam tetap menggaung dan tersampaikan.

Jaman Pandemi ini semua orang menggunakan Daring untuk bertatap muka, aplikasi Zoom lebih tepatnya dan media ini cocok untuk berdakwah.

Salah satunya Tabligh Akbar yang diselenggarakan oleh mahasiswa Unida Gontor dalam acara Faculty of Ekonomi & Management Fastival (Femfest) Unida Gontor

MasyaAllah Tabarakallah telah berlangsung 

Tabligh Akbar bersama Ustadz:

Tok Haji Kiyai Luqmanulhakim Ashabul Yamin 

Masjid jami UNIDA GONTOR. S

Senin 22 Februari 2021 Jam 20.00 Wib


Resume Tabligh Akbar via zoom meeting ditulis oleh Muhammad Habiburrahman :


*"Dakwah ditengah Pandemi covid-19 dalam menghadapi masalah tantangan Umat di era kekinian."*


Bismillahirrohmanirohim. Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.


1. almarhum Kh. Hasyim Muzadi mengatakan:

Negara ini sudah bayak orang pintar tapi kekurangan orang benar. 

KH. Hasan Abdullah Sahal mengatakan: Negara ini sdh banyak Master2, Doktor2, Profesor2 tapi msh kurang orang2 benar dan orang2 ikhlas, harusnya jika gelarnya Master, Master juga ke ikhlasannya dan seterusnya.. 


2. pandai2lah merasa, bkn merasa yg paling pandai. 


3.أَتَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبِرِّ وَتَنسَوۡنَ أَنفُسَكُمۡ وَأَنتُمۡ تَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ

Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab? Tidakkah kamu mengerti?Al-Baqarah, Ayah 44


4. manusia itu makhluk visual, mereka lebih percaya dengan apa yg mereka lihat, mereka dengar, tapi malas membaca dan meneliti kebenaran. 


5. Ust Ali Sayrqowi berpesan:

 jika mau sukses, mau berhasil mau menjadi org hebat, maka pesan beliau kerjakanlah nasehat2 orang lain kepada kita, lakukanlah setiap sesuatu untuk diri sendiri dulu, koreksi diri sendiri dulu, tingkatkan kualitas diri sendiri dulu  baru utk org lain. 


6. Dakwah utk Umat itu yg paling penting hanya dua: 

pertama, benahi Tauhid umat,  kedua, benahi akhlak ummat. 


7. when you stop lerning you are stop for living, or you are start for dying. 


8. KH. syukri zarkasyi jg berpesan: jangan pernah ambil pusing dan peduli dgn cemohan orang lain, truslah bergerak, krn sifat mulut manusia kita diam saja mereka pasti akan sibuk membicarakan kita. 


٩.  أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

Al-Ankabut, Ayah 2


10. kita ini sibuk mikir lupa dzikir, sibuk menggunakan logika lupa menggunakan Hati /Dhomir. 


١١. كَمَآ أَخۡرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيۡتِكَ بِٱلۡحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقٗا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ لَكَٰرِهُونَ


Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

Al-Anfal, Ayah 5


dalil di atas menunjukkan walau kita pergi dri rumah utk menyampaikan kebenaran, tapi sebagian dri org beriman sendiri tdk menyukai kebenaran itu. makanya tdk heran jika walaupun sdh jadi ustadz ulama mereka beriman dgn Allah tapi msh menghujat sesama ustadz tdk menerima kebenaran yg disampaikan ulama yg tdk disukainya. ini menandakan ujian/ penyakit Ulama adalah Ego dan rasa iri dengki terhadap sesama ulama. nau'dzubillah min dzalik. 

oleh karna itu Allah mengajarkan doa agar kita tdk saling membenci terhadap sesama org beriman dlm firmannya...


١٢.  وَٱلَّذِينَ جَآءُو مِنۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُولُونَ رَبَّنَا ٱغۡفِرۡ لَنَا وَلِإِخۡوَٰنِنَا ٱلَّذِينَ سَبَقُونَا بِٱلۡإِيمَٰنِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِي قُلُوبِنَا غِلّٗا لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفٞ رَّحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan An¡ar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.”

Al-Hashr, Ayat 10

 

Komentar