IMAM SHALAT DAN IMAM MASJID
Sampurasun Baraya,
Dalam berbagai momen diskusi para sahabat yang menjadi coach di masjid Enterprise selalu menekankan pentingnya peran seorang Imam. Jika sebuah masjid tak memiliki imam yang ditaati, maka sudah dipastikan masjid tersebut tak akan pernah mungkin bisa bertumbuh menjadi masjid yang maju, makmur dan berlimpah.
**
Imam yang kita maksud dalam berbagai sesi pelatihan itu bukanlah IMAM SHALAT. Akan tetapi IMAM MASJID. Keduanya sangat jauh berbeda.
Imam shalat adalah pemimpin dari para makmum pada saat pelaksanaan shalat berjamaah. Sementara Imam Masjid adalah pemimpin dari para pengurus yang melaksanakan urusan dalam menjalankan fungsi-fungsi kemasjidan.
Tugas utama seorang imam shalat adalah memimpin aktivitas shalat berjamaah. Mulai dari awal hingga akhir. Mulai takbiratul ikhram hingga salam.
Sementara tugas utama seorang imam masjid adalah memimpin semua orang yang ingin menjalankan fungsi masjid sebagaimana mestinya.
**
Fungsi masjid itu banyak. Bukan sekedar sebagai tempat untuk melaksanakan ibadah ritual saja. Namun juga dapat melaksanakan fungsi pendidikan, sosial, pengembangan ekonomi, politik, kebudayaan, bahkan kesehatan dan kemiliteran. Maka tugas utama Imam Masjid adalah memimpin semua orang yang telibat dalam pelaksanaan aneka fungsi itu.
Dalam menjalankan fungsi pendidikan dan fungsi sosial, Imam masjid-lah yang memimpinnya. Demikian pula dalam menjalankan fungsi-fungsi lainnya.
Demikianlah yang dicontohkan oleh Rasulullah. Rasulullah adalah PEMIMPIN MASJID. Dalam bidang pendidikan, Rasulullah-lah “kiainya’, pimpinan tertingginya. Dalam hal pelaksanaan fungsi sosial, Rasulullah-lah pemimpin puncaknya. Demikian pula untuk semua aktivitas yang berpusat pada MASJID NABAWI.
Sebagai IMAM MASJID, kepemimpinan rasulullah kemudian membesar menjadi pemimpin masyarakat di Madinah. Lalu membesar lagi menjadi pemimpin masyarakat di Jazirah Arab, termasuk juga di Mekah. Lalu membesar lagi hingga menjadi pemimpin kaum muslim yang ada di dunia saat itu.
Sebagai IMAM MASJID, Rasulullah juga menjalankan fungsi sebagai IMAM SHALAT. Namun peran sebagai Imam Shalat itu pernah beliau disposisi kepada sahabatnya. Sementara peran beliau sebagai IMAM MASJID baru berakhir saat beliau wafat.
Peran Rasulullah sebagai IMAM MASJID yang memimipin semua aktivitas pendidikan, sosial, kemasyarakatan seperti itu, kemudian diikuti oleh sahabat-sahabat beliau set3lah Rasulullah wafat. Abu Bakar, Umar, Ustman, Ali bin Abi Thalib adalah IMAM MASJID yang memimpin penyelenggaraan urusan-urusan masyarakat muslim dan non muslim dalam semua bidang. Semua urusan itu dikendalikan lewat MASJID.
**
Beberapa masjid kecil yang bertransformasi menjadi komunitas yang sangat besar seperti Pondok Modern Gontor Darussalam, Ponpes Sidogiri, dan ribuan pesantren lainnya tak terlepas dari keberadaan IMAM MASJID. Para Imam masjid yang menjadikan masjidnya sebagai pusat pendidikan di pesantren-pesantren itu kemudian disebut dengan istilah KIAI atau PENGASUH.
Para Kiai dan pengasuh inilah yang memimpin orang-orang di sekitarnya untuk melaksanakan fungsi pendidikan. Sementara IMAM SHALAT di pesantren itu biasanya akan dijalankan secara bergantian oleh para santri atau ustaz nya.
Fungsi para KIAI sebagai IMAM MASJID biasanya berlangsung seumur hidup. Sama seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
**
Dalam rangka memajukan peran masjid, yang kita perlukan saat ini adalah IMAM MASJID, bukan IMAM SHALAT.
IMAM SHALAT itu tak sulit. Karena Semua orang yang sudah dewasa dan telah mengerti dengan role of game (hukum) shalat berjamaah dapat diangkat menjadi IMAM SHALAT.
**
Jika mengatur pergerakan para pemain bola di lapangan saja sangat memerlukan peran seorang KAPTEN sebagai IMAM-nya, maka demikian pula masjid. Jika perintah seorang kapten wajib ditaati oleh seluruh pemain bola, maka demikian pula dengan perintah seorang IMAM MASJID.
Maka sebelum berpikir lebih jauh tentang strategi membangun masjid agar bisa menjadi masjid yang makmur berlimpah, pertanyaan terpentingnya saat ini adalah siapakah IMAM MASJID di masjid kita? Jika sudah ada, pertanyaan selanjutnya adalah apakah ia mampu memberikan perintah dan arahan? Jika ia mampu memberikan perintah dan arahan, pertanyaan selanjutnya adalah, sudahkah perintahnya kita taati sebagaimana kita menaati dengan ikhlas segala perintah atau aba-aba yang diberikan oleh seorang IMAM SHALAT pada saat melaksanakan shalat berjamaah?
***
Pontianak, 17.02.2021
Beni Sulastiyo
Temanbelajar WAG Masjidbillionaire/ Masjid Enterprise
#kiaiship
Foto: Abangnda @zeriko As-sudais Al-Jugjakartani, IMAM SHALAT, Shalat Ashar berjamaah di Masjid Kapal Munzalan sore tadi :-) berkah.



Komentar
Posting Komentar